layanan

Usaha Budi Daya Satwa Harapan Yang Menjanjikan


Sahabat dunikita pada atikel “Peternakan kali ini kita akan membahas Usaha Budi Daya Satwa Harapan Yang Menjanjikan. Perkembangan usaha peternakan telah sampai pada upaya pengembangan jenis-jenis hewan yang budi dayakan untuk diambil hasilnya. Pengembangan ini dapat di lihat dari munculnya istilah baru yaitu ‘Satwa Harapan’.
Istilah baru ini menjadi sebuah topik yang bisa kita kembangkan untuk menjadi Ide, Pengetahuan, maupun Inspirasi Bisnis, dan usaha. bagi kita yang ingin memulai sebuah usaha di bidang perternakan Budi Daya Satwa Sarapan bisa menjadi salah satu pilihan.
Usaha Budi Daya Satwa Harapan Yang Menjanjikan

Pengertian Satwa Harapan
Berdasarkan perbedaan dari definisi dan pengertian dari hewan dan ternak, dimana hewan adalah semua binatang yang hidup di air,udara, dan darat, baik yang dipelihara maupun yang liar. Sedangkan Ternak adalah hewan piliharaan yang kehidupannya diatur dan diawasi oleh manusia serta dipelihara khusus untuk diambil hasil dan jasanya bagi kepentingan hidup manusia. berbeda dari pengertian hewan dan ternak di atas Satwa Harapan adalah segala jenis hewan yang mampu menghasilkan barang baku, jasa atau manfaat ekonomis maupun non ekonomis lainnya ketika dipelihara atau budidayakan.
Jenis Satwa Harapan Yang Sering di Budi Dayakan
  • Burung (burung puyuh,ayam hutan)
  • Cucak rawa
  • Reptil (ular dan buaya)
  • Ikan arwana
  • Kupu-kupu
  • Banteng,
  • Rusa
  • Cacing
  • Jangkrik
  • Lebah madu
  • Gajah
  • Anoa

Keuntungan Dan Cara Budi Daya Satwa Harapan
Pada dasarnya, alasan utama orang-orang  melakukan budi daya satwa liar adalah karena alasan nilai ekonomis yang berasal dari hewan yang di budidayakan, misalnya ; daging, minyak, gading/tanduk/taring, kulit sampai pada pemanfaatan bulu dan nilai keindahan dari kekhasannya. Ada 2 cara budi daya dan pengembangan satwa liar menjadi komoditi domestik Yaitu domestikasi atau penangkaran.
1. Cara domestikasi
Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar guna untuk dikembangkan dan mendapatkan keuntungan.
2. Cara penangkaran
penangkaran adalah pemeliharaan dan perkembangbiakaan sejumlah hewan liar yang sampai pada batas-batas tertentu dapat diambil dari alam, tetapi selanjutnya pengembangannya hanya diperkenankan diambil dari keturunan-keturunan yang berhasil dari penangkaran tersebut.
Ada 4 syarat untuk mengembangkan komoditi domestik melalui penangkaran untuk mendapatkan hasil maksimal yaitu:
1.    Obyek (satwa liar), perlu memperhatikan populasinya di alam apakah mencukupi atau tidak, kondisi species (ukuran badan, perilaku) dan proses pemeliharaan sertta pemanfaatannya.
2.    Penguasaan ilmu dan teknologi, meliputi pengetahuan tentang ekologi satwa liar serta dikuasainya teknologi yang sesuai dengan keadaan perkembangan dunia.
3.    Tenaga terampil untuk menggali dasar ekologi ataupun cara pengelolaan pada proses penangkaran
4.    Masyarakat, berkaitan erat dengan sosial budaya dan diharapkan sebagai sasaran utama dalam proses pemasaran produk.

Penangkaran dalam rangka budi daya dilakukan dengan sasaran utama komersiil terutama dari segi peningkatan kualitasnya, sehingga metode yang diterapkan lebih ditujukan untuk peningkatan jumlah produksi yang ditentukan oleh kaidah-kaidah ekonomi dan dikendalikan pasar.
 Metode  ini menerapkan teknologi reproduksi yang tinggi, seperti misalnya : inseminasi buatan, transplantasi embrio, agar dapat dihasilkan keturunan jantan yang baik, sehingga terjadi peningkatan genetik. Akan tetapi, hal ini hanya boleh dilakukan bagi satwa/binatang hasil penangkaran pertama karena menyangkut nilai sosila etis dan undang-undang tentang perlindungan satwa liar yang merupakan satwa langka.
Demikian sahabat duniakita.co.id artikel tentang Usaha Budi Daya Satwa Harapan Yang Menjanjikan semoga artikel ini bermanfaat terimakasih.
“Salam Sukses Budi Daya”
Sumber : satwa.foresteract.com

Post a Comment

0 Comments